Gadis Tomohon yang Cantik

Sumber: Kompas.com

Gadis Tomohon Yang Cantik

Saat saya berwisata ke Sulawesi Utara, sepanjang jalan banyak menjumpai gereja. Jadi tak heran bila kota Manado disebut kota Seribu Gereja.

Setelah puas berjalan-jalan mengeksplorasi Manado,  dengan 3B nya, Bubur Manado, Boulevard dan Beauty. Bubur Manado sudah saya santap di hotel saat sarapan pagi. Dari siang sampai sore saya sudah puas keluar masuk mall sepanjang Boulevard atau tepi pantai Manado sambil cuci mata melirik kecantikan nona-nona Kawanua.

Saya bertekad meninggalkan kota Manado dan mengunjungi Tomohon. Tapi saya harus mencari teman, karena kalau sendiri terlalu mahal sewa mobilnya. Setelah beristirahat dan mandi, saya duduk santai di lobby hotel. Sambil memperhatikan tamu hotel yang berpenampilan wisatawan lokal. Tak lama menunggu, datanglah rombongan wisatawan dari Surabaya. Saya dekati, dan bertanya apakah mereka sudah memiliki agenda di Sulawesi Utara ini. Didapat jawaban yang membuat hati saya senang, mereka ingin ke Bunaken dan Tomohon. Lalu saya menawarkan untuk share sewa mobil, dan disetujui mereka.

Lalu saya menghubungi concierge hotel untuk mencarikan sewa mobil. Akhirnya didapat dan sopir menyetujui besok ke Tomohon serta lusa ke pelabuhan untuk sewa kapal ke Bunaken.

Pagi harinya kami sudah dijemput oleh sopir mobil sewaan, selain ke Tomohon kami juga sempat mampir ke danau Linow dan Tondano.

Dalam perjalanan pulang, kami menemukan sebuah vihara yang amat indah. Sangat Indah karena dari vihara itu kami dapat memandangi gunung Lokon.

Namanya vihara Buddhayana berada di kelurahan Kakakasen, Kecamatan Tomohon Utara. Agak aneh juga di daerah Nasrani terdapat sebuah vihara.Namun kami ingat bahwa Sulawesi Utara terkenal dengan toleransi yang tinggi.

Didepan vihara kami dsambut  jajaran 18 patung Lohan dan Arhats, yang mengisahkan 18 perjalanan Sang Buddha. Disekelilingnya terdapat bunga-binga yang memperindah tempat ini. Kami sangat mengagumi arsitektur bangunannya dan hawanya yang sejuk. 

Saya agak memisahkan diri dari rombongan dan asyik mengamati 18 patung itu. Setelah puas, saya melanjutkan eksplorasi ke pagoda Ekayana dan istana Kwan Im. Sambil merenungi keindahan bangunan, karena sejuknya tidak sadar saya tertidur. Tiba-tiba saya dibangunkan seorang gadis Tionghoa cantik, "Kak, bangun".

Saya kaget, terbangun dan melihat kawasan sudah sepi, rupanya teman seperjalanan saya sudah menunggu di mobil. Saya bermaksud mengucapkan terima kasih, namun gadis itu sudah menghilang.

Apakah saya bermimpi? Tapi gadis itu benar-benar nampak nyata. Ketika tiba di mobil, saya di bully teman-teman karena tidak mengenalkan gadis cantik pada lainnya.

Hingga saat ini saya masih penasaran, apakah gadis itu benar-benar nyata atau hanya hadir dalam mimpi saya.

 

#CerpenMisteriRamadan